Polisi Gagalkan 36 Imigran Gelap Asal Afghanistan

Monday, June 20, 2011

Pamekasan - Aparat kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur berhasil menggagalkan keberangkatan sebanyak 36 imigran gelap asal Afghanistan di wilayah itu.

"Sebanyak 27 orang kami amankan tadi malam, sedang sembilan orang lainnya tadi pagi," kata Kapolres Pamekasan AKBP Anjar Gunadi di Pamekasan, Minggu.


Para calon imigram gelap ini berhasil diamankan polisi saat ditempat di sebuah rumah penampunagan di salah seorang rumah warga di wilayah Kecamatan Pasean.

"Tujuan mereka adalah Australia," kata Anjar Gunadi menjelaskan.

Saat ini, kata Kapolres, ke-36 calon imigran gelap tersebut masih berada di tempat penampunan dan dijaga ketat aparat kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan dan Polsek Pasean.

Rumah yang ditempati penampungan calon imigran gelap dan rencananya akan diberangkatkan dalam waktu dekat ini, kini diberi garis polisi.

"Kami juga masih meminta keterangan kepada satu-persatu calon imigran ini," katanya.

Ditangani IOM
Kapolres Pamekasan AKBP Anjar Gunadi, Minggu malam menjelaskan, pihaknya juga telah melaporkan ke Polda Jatim mengenai persoalan tersebut, dan kini petugas dari Mapolda telah memproses 36 imigran yang diamankan jajaran Polres Pamekasan itu.


"Karena persoalan antarnegara, maka kami laporkan kepada IOM," katanya.

Saat ini, 36 imigran gelap dengan tujuan Astralia itu masih berada di tempat penampungan di salah satu rumah kosong yang oleh warga setempat dijadikan tempat penyimpanan barang (gudang) di wilayah Kecamatan Pasean, Pamekasan.

Menurut Anjar Gunadi, berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan petugas jajaran Polres Pamekasan, 36 imigran gelap tersebut semuanya dari Afghanistan.

"Jadi mereka lari dari tempat penampungan imigran di Bogor. Entah kenapa bisa sampai Pamekasan," katanya.

Ia mengatakan mereka berencana akan menuju Australia dengan menyewa perahu nelayan yang ada wilayah Kecamatan Pasean.

"Mereka sudah dua hari ada di Pasean itu," kata kapolres.


Kasus kedua
Kasus imigran gelap yang berhasil diamankan petugas kepolisian di Pulau Madura ini merupakan kali kedua sepanjang 2011 ini.

Pada 30 Maret 2011 sebanyak 43 imigran gelap juga asal Afganistan juga berhasil diamankan petugas Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Jatim di perairan Nepah, Banyu Ates, Sampang, Jawa Timur.

Ketiak itu sebanyak 43 imigran gelap tersebut terdiri dari 37 laki-laki dewasa dan enam perempuan. Di antara jumlah tersebut terdapat tiga keluarga dengan enam anak (masing-masing tiga laki dan perempuan) usia balita hingga 15 tahun.

Mareka adalah imigran gelap asal Afganistan yang menurut pengakuannya juga akan berangkat ke Australia karena negaranya sedang dilanda konflik.
Menurut Kapolres AKBP Anjar Gunadi, Keberadaan imigran gelap asal Afganistan di pesisir pantai utara Pamekasan ini terendus polisi atas laporan masyarakat.

"Atas laporan itu kami lalu bergerak melakukan pengecekan, ternyata memang benar adanya," ucap Anjar Gunadi.

Wilayah bagian utara Kabupaten Pamekasan ini selama ini sering dikunjungi tokol Islam garis keras Abu Bakar Baasyir. Namun Kapolres tidak bisa memastikan bahwa kedatangan imigran asal Afganistan dua kali berturut-turut ke wilayah Madura (Sampang dan Pamekasan) ini ada kaitannya dengan jaringan Jemaah Islamiyah.

Kapolres juga menjelaskan tidak ada warga Pamekasan yang ikut dalam rombongan imigran yang tertangkap petugas tersebut, sebagaimana laporan yang disampaikan anak buahnya di lapangan sebelumnya.

  "Semuanya warga Afghanistan. Tidak ada warga lokal Pamekasan," kata Kapolres Anjar Gunadi.

(sumber:www.antarajatim.com)

Artikel Terkait



Share this article on :

0 komentar:

 
© Copyright 2010-2011 MADURANEWS All Rights Reserved.
Pamekasan Madura | Jawa Timur Indonesia | Powered by maduranews.